Surakarta – Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Berkolaborasi dengan mahasiswa lintas fakultas, tim UMS berhasil meraih Bronze Medal pada ajang Japan Design, Idea & Invention Expo (JDIE) 2026 yang diselenggarakan di Kansai Airport Conference Halls, Osaka, Jepang, pada 3–4 Juli 2026.
Tim dibimbing oleh Ir. Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., dengan anggota Maulia Hidayah dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Muhammad Akmal Indratma, Bilqis Khans, dan Satria Gemilang Kusuma Perdana dari Fakultas Teknik, Faiz Al Erza dari Fakultas Kedokteran, serta Dani Hendrawan dari Fakultas Farmasi. Pada kompetisi tersebut, tim mengusung inovasi bertajuk “PharmaSwift: Reducing Waits, Delivering Care” pada kategori Machine and Equipment.
Inovasi tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap lamanya proses pelayanan obat yang diterima pasien. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mengembangkan sebuah sistem yang dirancang untuk mempercepat proses packing obat sehingga pelayanan kepada pasien dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. Sebelum mengembangkan inovasi tersebut, tim melakukan berbagai tahapan mulai dari brainstorming, penyusunan konsep, perancangan alat dan sistem, hingga konsultasi dengan tenaga kesehatan serta ahli di bidang teknik sebelum merealisasikan prototipe beserta sistem pendukungnya.

Dalam proses kompetisi, tim menghadapi tantangan pada tahap pengembangan alat yang memerlukan penyesuaian dengan karakteristik obat sekaligus memastikan inovasi memiliki keunggulan dibandingkan teknologi yang telah ada. Hal tersebut mendorong tim untuk terus melakukan pengembangan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai kebaruan dan mampu menarik perhatian dewan juri.
Selain membawa pulang prestasi, keikutsertaan pada JDIE 2026 memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi global, berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, serta mempelajari budaya masyarakat Jepang yang dikenal disiplin, tertib, dan menghargai waktu. Pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Maulia Hidayah, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi FIK UMS, kompetisi ini menjadi pengalaman yang memperluas cara pandang terhadap pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menciptakan inovasi di bidang kesehatan. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat kemampuan kolaboratif, serta berani berkompetisi di tingkat internasional. (zf)
