Program Studi Ilmu Gizi FIK UMS bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Gizi sukses menyelenggarakan International Nutrition Competition (INC) 2024 dengan tema Establishing a Healthy Lifestyle for a Bright Future. Kegiatan ini berlangsung dari 15 Juli hingga 11 Agustus 2024 secara daring, melalui media sosial Instagram dan WhatsApp Group. Tujuan utama kompetisi ini adalah mengajak mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam kampanye gaya hidup sehat melalui karya kreatif seperti poster dan modifikasi resep bergizi.
INC 2024 diikuti oleh 33 peserta dari berbagai universitas, yang terdiri dari 16 peserta lomba poster dan 17 peserta modifikasi resep (terdiri dari peserta individu dan kelompok). Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Prodi Ilmu Gizi dan HMP Gizi dalam menciptakan ruang aktualisasi mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat. Penilaian karya dilakukan secara objektif oleh tim juri yang terdiri dari dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta, termasuk Dyah Intan Puspitasari, S.Gz., M.Nutr, seorang lektor berpengalaman dalam pendidikan gizi, serta Arif Surya Kusuma, S.I.Kom., M.A., tenaga pengajar bidang komunikasi visual dan desain. Kompetensi lintas bidang dari kedua juri ini memperkuat integritas proses seleksi karya.
Pemenang lomba poster diumumkan melalui akun @nnc2024_, dengan penghargaan tertinggi diraih oleh Moh. Faris (Universitas Negeri Surabaya), disusul Salma Arifiani (Universitas Gadjah Mada) dan Ani Rassya Daffa (Universitas Lampung). Untuk kategori modifikasi resep, juara 1 diraih oleh Nyimas Shafa Maullyza (Universitas Esa Unggul), juara 2 oleh tim Niken Diah & Anisa (Universitas Muhammadiyah Surakarta), dan juara 3 oleh Raisa & Michellin (UPN Veteran Jakarta). Seluruh peserta mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.
Melalui INC 2024, Prodi Ilmu Gizi FIK UMS dan HMP Gizi tidak hanya memfasilitasi pengembangan intelektual mahasiswa, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif yang mendorong inovasi dan keberdayaan mahasiswa dalam menyuarakan isu gizi secara kreatif dan berdampak. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi dan kepedulian terhadap gizi dapat dikemas secara populer dan tetap menjunjung tinggi standar akademik serta profesionalisme.
