Sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan praktisi industri dalam pengajaran mata kuliah Keamanan Pangan. Pada semester gasal 2024/2025, kegiatan ini menghadirkan Frieka Nursari, S.TP., seorang konsultan profesional di bidang Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) dari perusahaan jasa pangan multinasional. Kehadiran praktisi ini mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 4, yaitu keterlibatan praktisi dalam pengajaran, serta IKU 7, yaitu implementasi pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah.
Perkuliahan dilaksanakan secara blended learning, yang menggabungkan metode daring dan luring. Sesi daring dilaksanakan pada 28 September 2024 melalui platform Zoom dan membahas topik penting seputar keamanan pangan. Materi meliputi pengenalan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), peraturan keamanan pangan yang berlaku di Indonesia, prinsip higiene dan sanitasi pangan, serta proses perizinan CPPOB melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Mahasiswa diajak memahami berbagai aspek dasar yang menjadi fondasi sistem keamanan pangan di industri.
Sesi luring kemudian dilaksanakan pada 23 November 2024 di Auditorium Moh. Djazman UMS, dengan fokus pada penerapan konsep dalam situasi nyata. Mahasiswa semester 3 mempresentasikan hasil proyek kelompok berupa simulasi penerapan sistem HACCP pada usaha kecil di bidang pangan. Kegiatan ini memberikan ruang diskusi antara mahasiswa dan praktisi untuk membahas tantangan implementasi standar keamanan pangan, mulai dari identifikasi bahaya hingga penentuan titik kendali kritis dalam proses produksi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari mahasiswa. Dengan menghadirkan praktisi yang memiliki pengalaman lapangan, pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk terlibat langsung dalam pengawasan mutu dan keamanan pangan di dunia kerja setelah lulus nanti.
