UMS Dorong Dosen Tingkatkan Kompetensi HACCP Lewat Sertifikasi Nasional

Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dosen melalui pelatihan bersertifikasi nasional. Salah satu bentuk pengembangan tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Dokumen HACCP dengan Sertifikasi Kompetensi BNSP, yang dilaksanakan pada 24–27 September 2024 di kawasan IPB Science Techno Park, Bogor. Kegiatan ini mendukung upaya prodi untuk menjadi Center of Excellence (CoE) dalam bidang pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM).

Pelatihan ini bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan dosen dalam menyusun dokumen Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sebuah sistem manajemen keamanan pangan yang digunakan luas di industri. Selain itu, pelatihan ini relevan dengan penguatan mata kuliah Keamanan Pangan dan Praktik Kerja Industri Jasa Pangan (PKIJP), sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 4, yaitu peningkatan jumlah dosen yang memiliki sertifikat kompetensi yang diakui oleh dunia usaha dan industri.

Kegiatan dilaksanakan selama empat hari berturut-turut. Hari pertama (Selasa, 24 September 2024) bertempat di Ruang Meeting Gaharu, Gedung BLST, dengan materi pengantar manajemen keamanan pangan, program prasyarat (PRP), cara pengolahan pangan yang baik, dan pengendalian sanitasi (SSOP). Peserta juga mulai praktik menyusun dokumen seperti deskripsi produk dan diagram alir. Hari kedua (Rabu, 25 September 2024) berlangsung di Ruang Meeting Calina, Gedung CRC, berisi pembahasan lanjutan langkah-langkah HACCP, mulai dari analisis bahaya, penentuan titik kendali kritis (CCP), sistem monitoring, hingga penetapan tindakan koreksi dan dokumentasi. Hari ini diakhiri dengan sesi workshop praktik penyusunan dokumen secara langsung.

Pada hari ketiga (Kamis, 26 September 2024), peserta mempresentasikan dokumen HACCP yang telah disusun untuk mendapatkan review dari trainer, dilanjutkan dengan sesi diskusi umum dan kiat menghadapi sertifikasi. Pelatihan ditutup pada hari keempat (Jumat, 27 September 2024) dengan pelaksanaan ujian kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) JMKP, yang menjadi tolok ukur akhir penguasaan materi dan keterampilan peserta dalam penyusunan dokumen HACCP sesuai standar nasional. Seluruh materi dan praktik pelatihan disampaikan oleh dua narasumber berpengalaman, yaitu Prof. Ahmad Sulaeman dan drh. Novia Priyana, yang telah lama terlibat dalam pengembangan sistem manajemen keamanan pangan di Indonesia.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan kompetensinya dalam kegiatan belajar mengajar serta membimbing mahasiswa dalam praktik keamanan pangan, baik di rumah sakit maupun industri jasa pangan. Kegiatan ini juga memperkuat relevansi pengajaran di Prodi Ilmu Gizi UMS dengan kebutuhan dan standar industri, menjadikan lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja secara profesional dan terstandar.