Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian guna mencapai visi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan IPTEKS yang unggul, islami, serta berorientasi pada perubahan berbasis potensi lokal. Berdasarkan SK Dekan FIK UMS Nomor 1550/II/FIK/IX/2022, Prodi Ilmu Gizi berkomitmen menjadi center of excellence (CoE) dalam bidang gizi untuk pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kemitraan dengan Food Bank Bandung, sebuah yayasan yang bergerak dalam pemanfaatan pangan terbuang untuk meningkatkan kesejahteraan dan status gizi masyarakat yang membutuhkan.
Kerjasama ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang mendukung kegiatan magang mahasiswa di Food Bank Bandung. Dengan adanya kemitraan ini, mahasiswa Prodi Ilmu Gizi UMS mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai teknologi pangan, kewirausahaan, ekologi pangan dan gizi, serta isu-isu terkini dalam bidang gizi. Food Bank Bandung sebagai national non-government organization (NGO) memiliki peran penting dalam mengurangi pemborosan pangan dan meningkatkan akses makanan bagi masyarakat yang kurang mampu, sehingga menjadi mitra yang tepat dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
Pelaksanaan penandatanganan MoU dan MoA dilakukan secara daring dan luring pada 20 dan 21 September 2024 diwakili oleh Farida Nur Isnaeni, S.Gz., M.Sc dan Sudrajah Warajati Kisnawaty, S.Gz., M.Gz. Acara ini berlangsung di kantor Food Bank Bandung yang berlokasi di Jalan Rebana No. 3, Kota Bandung. Kesepakatan ini mencakup kerjasama dalam bidang penelitian dan pendidikan, yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menciptakan solusi inovatif bagi permasalahan gizi di Indonesia. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami tantangan nyata dalam bidang gizi serta berkontribusi dalam pengembangan strategi yang efektif untuk mengatasi PTM.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, tanpa kendala berarti. Dampak dari kerjasama ini diharapkan dapat terlihat dalam peningkatan jumlah kolaborasi akademik dengan program studi gizi lainnya, serta memperkuat kapabilitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan global di bidang kesehatan dan pangan. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen UMS dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan berdaya saing tinggi, serta berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi di bidang gizi dan pangan.
