UMS Tingkatkan Kompetensi Dosen Lewat Sertifikasi Analisis Sensori Pangan

Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong peningkatan kapasitas dosen melalui program pelatihan dan sertifikasi nasional. Salah satu upaya strategis diwujudkan dalam kegiatan Pelatihan Analisis Sensori Pangan dan Sertifikasi BNSP Skema Okupasi Food Sensory Analyst, yang berlangsung pada 14–17 Agustus 2024 di IPB Training, Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dalam rangka mendukung pencapaian kualitas pembelajaran dan penguatan SDM dosen.

 

Pelatihan ini menjadi penting karena sebelumnya belum ada dosen di Prodi Ilmu Gizi UMS yang memiliki sertifikasi khusus di bidang analisis sensori pangan, meskipun sekitar 73% dosen telah mengantongi sertifikasi di bidang lain. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan dosen mampu mengisi celah kompetensi tersebut, khususnya dalam pengajaran mata kuliah terkait manajemen penyelenggaraan makanan dan pengembangan produk pangan yang aman dan bermutu. Pelatihan ini juga ditujukan untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dalam bidang evaluasi sensori pangan, sebuah aspek penting dalam industri jasa makanan dan pengembangan inovasi gizi.

 

Selama empat hari, peserta mengikuti enam sesi materi intensif yang mencakup teori dan praktik dalam evaluasi sensori pangan, seperti pengukuran sifat organoleptik dan uji daya terima konsumen. Kegiatan diakhiri dengan ujian kompetensi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai tolok ukur keahlian peserta dalam skema okupasi Food Sensory Analyst. Sertifikasi ini memperkuat pengakuan profesional dosen di mata dunia industri sekaligus menjadi nilai tambah dalam pembelajaran di kelas dan laboratorium.

 

Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Gizi UMS menegaskan komitmennya dalam meningkatkan jumlah dosen tersertifikasi di bidang-bidang aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan kapasitas dosen yang terus diperkuat, lulusan diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya dalam sektor pangan fungsional, rumah sakit, serta industri pengolahan makanan berbasis lokal yang inovatif dan berkelanjutan.