Mahasiswa Ilmu Gizi UMS Terlibat Langsung dalam Program Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting di BKKBN Jateng

Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani program magang selama 16 minggu, mulai tanggal 15 Juli hingga 15 November 2024, di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jl. Pemuda No. 79, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam praktik perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program gizi masyarakat, khususnya dalam upaya ketahanan keluarga dan pencegahan stunting. Selama periode tersebut, mahasiswa menjalani praktik selama total 124 hari kalender, dengan estimasi 80 hari kerja efektif berdasarkan sistem kerja lima hari per minggu.

Magang ini diikuti oleh mahasiswa semester ganjil tahun akademik 2024/2025 sebagai konversi dari enam mata kuliah, yaitu Teknologi Komunikasi, Informasi dan Edukasi Gizi (2 SKS), Isu Bidang Gizi (2 SKS), Epidemiologi Gizi Dasar (2 SKS), Statistik Lanjut (2 SKS), Seminar Proposal (2 SKS), dan Skripsi (4 SKS), dengan total beban setara 14 SKS. Dengan keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap dinamika program gizi masyarakat serta mampu mengaplikasikan keilmuan yang telah dipelajari di bangku kuliah.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa dibimbing oleh Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Jawa Tengah yang berperan sebagai instruktur lapangan. Dari pihak kampus, kegiatan ini berada di bawah penanggung jawab teknis Fitriana Mustikaningrum, PhD, yang memastikan keterpaduan antara tujuan akademik dengan kebutuhan lapangan. Kegiatan magang melibatkan berbagai aktivitas penting, antara lain pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pembinaan pola asuh anak usia dini, penguatan karakter keluarga, pendampingan remaja pranikah, perawatan lansia, hingga surveilans kasus stunting dan pengembangan media edukasi gizi.

Mahasiswa juga dilibatkan dalam penyusunan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dan pengembangan roadmap tata laksana pencegahan stunting di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penguatan kompetensi profesional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap program-program strategis pemerintah dalam pengentasan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga di Indonesia.