Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar lokakarya bertajuk “Desain Desa Less Food Waste, Less Nutrient Loss, Less Stunting” pada 25–26 November 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang bertujuan untuk merumuskan standar desa percontohan dalam pengelolaan pangan dan gizi yang berkelanjutan. Lokakarya menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, hingga lembaga swadaya masyarakat.
Lokakarya ini menghadirkan narasumber nasional dan internasional yang kompeten di bidang pangan dan gizi, antara lain Prof. Yasmina Sultanbawa dari University of Queensland (Australia), Dra. Farida Sumarlin, M.Si dari BKKBN Jawa Tengah, Titik Eka Sasanti, S.Pt dari Yayasan Gita Pertiwi, dan Aan Sofyan, M.Sc. dari Prodi Ilmu Gizi FIK UMS. Materi yang disampaikan mencakup tantangan sistem pangan global, pengelolaan sampah pangan rumah tangga, serta strategi pengurangan food loss dan food waste (FLW) melalui diversifikasi olahan pangan lokal.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Kecamatan Gatak, Kepala Desa Krajan dan Blimbing, Tim PKK, Tim BumDes, serta perwakilan dari DKK Sukoharjo dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukoharjo. Kolaborasi ini memperkuat semangat pengembangan desa binaan yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah pangan, tetapi juga penanggulangan stunting secara komprehensif melalui edukasi, pemanfaatan pangan lokal, dan pemberdayaan keluarga.
Melalui kegiatan ini, UMS berharap dapat menghasilkan konsep standar desa yang dapat diimplementasikan dan direplikasi di berbagai daerah. Program ini sejalan dengan upaya peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) 6 dalam hal rekognisi dan pengabdian masyarakat berbasis inovasi. Dengan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah, UMS menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam pembangunan berkelanjutan di bidang gizi dan ketahanan pangan.
