Tim SunChips Gizi UMS Raih Gold Medal di International Science and Invention Fair (ISIF) 2025

Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi UMS berhasil meraih Gold Medal pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025, sebuah kompetisi inovasi produk tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, International Innovation Science Energy Engineering Fair (IISEEF) Turki, serta Malaysia Innovation Invention Creativity Association (MIICA) di Denpasar, Bali pada tanggal 12 – 15 November 2025. Tim yang terdiri dari lima mahasiswa ilmu gizi ini berkompetisi dalam kategori Life Science dan berhasil mengharumkan nama institusi melalui inovasi produk pangan unggulan mereka.

Tim SunChips yang terdiri dari Azalea Putri Rachmadani (J310240037), Afiza Fitriana Sabilla (J310239219), Sarah Aulia (J310239147), Salwa Yumna Muthi’ah (J310230160), Dwi Arianti (J310239148) dibawah bimbingan Bapak Aan Sofyan, S.Pt., M.Pd., M.Sc. ini membawa inovasi produk berjudul “SunChips: An Innovative Chips Made From a Combination of Sunflower Seed Flour, Jackfruit Seed Flour, and Cornstarch as an Alternative Snack for Obesity Sufferers.” Produk ini merupakan camilan alternatif yang dikembangkan dari kombinasi tepung biji bunga matahari, tepung biji nangka, dan tepung maizena yang dirancang sebagai solusi pangan sehat, khususnya untuk penderita obesitas. Tidak hanya menawarkan cita rasa yang menarik, produk ini juga mengedepankan nilai kesehatan dan keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan bahan pangan yang sering terbuang.

Motivasi utama tim adalah menghadirkan produk inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan camilan sehat dengan manfaat gizi yang jelas, sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan. Untuk mewujudkan hal tersebut, tim menjalani proses panjang mulai dari: penelitian literatur, serangkaian uji coba resep, analisis kandungan zat gizi (serat pangan total dan lemak), hingga proses pengajuan Hak Cipta formulasi produk. Mereka juga melakukan latihan presentasi secara intensif agar penyampaian materi dapat dilakukan dengan efektif dan percaya diri di hadapan para juri internasional.

Selama kompetisi berlangsung, tim menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi tekstur dan rasa produk selama uji coba. Manajemen waktu antara kegiatan akademik, riset, dan persiapan presentasi juga menjadi kendala tersendiri. Namun, seluruh proses pembelajaran tersebut memberikan pengalaman berharga, mulai dari memahami perspektif penilaian juri hingga menerima masukan konstruktif yang semakin menyempurnakan inovasi mereka. Momen paling berkesan adalah ketika produk SunChips mendapatkan respons positif dari juri yang menilai bahwa inovasi ini unik, relevan, dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas.

Pada akhir kompetisi, tim SunChips berhasil meraih Gold Medal dalam kategori Life Science, sebuah capaian yang membuktikan kualitas karya mahasiswa sekaligus komitmen institusi dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis penelitian. Ke depannya, tim berharap dapat menjalin kolaborasi lebih lanjut dengan Majelis Ekonomi Muhammadiyah maupun mitra lainnya untuk pengembangan produk pada skala yang lebih besar. Selain manfaatnya bagi kesehatan, inovasi SunChips juga menekankan aspek keberlanjutan, sebab pemanfaatan biji bunga matahari dan biji nangka mendukung prinsip zero waste serta mengurangi limbah organik. Melalui pengembangan yang berkelanjutan, tim berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan. (ZF/Admin)