Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian guna mencapai visi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan IPTEKS yang unggul, islami, dan berorientasi pada perubahan berbasis potensi lokal. Berdasarkan SK Dekan FIK UMS Nomor 1550/II/FIK/IX/2022, Prodi Ilmu Gizi berkomitmen menjadi center of excellence (CoE) dalam bidang gizi untuk pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Sebagai langkah strategis, program studi ini menjalin kemitraan dengan University of Queensland (UQ), salah satu universitas terbaik dunia, guna mendukung upaya preventif dan kuratif dalam penanganan PTM.
University of Queensland (UQ), yang berada dalam peringkat TOP 50 dunia, memiliki center of nutrition and food Science yang berintegrasi dengan berbagai disiplin ilmu seperti fisika dan kimia, sehingga mampu mengidentifikasi komponen gizi dan manfaat pada berbagai makanan bernama Queensland Alliance for Agriculture and Food Innovation (QAAFI) dan Centre for Nutrition and Food Sciences (CNAFS). Kerjasama ini diharapkan dapat membantu penyusunan strategi dalam pencegahan PTM, sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Oleh karena itu, penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Memorandum of Agreement (MOA) antara UMS dan UQ menjadi langkah penting dalam meningkatkan standar pendidikan dan penelitian Prodi Ilmu Gizi.
Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada 23 November 2024, dengan agenda utama penandatanganan MOU dan MOA yang mencakup kerjasama dalam bidang penelitian, pengabdian dan pendidikan. Dengan adanya perjanjian ini, Prodi Ilmu Gizi UMS dapat lebih aktif dalam program pembelajaran berbasis internasional dan memperluas akses terhadap riset-riset global di bidang nutrisi dan kesehatan. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan manfaat dari pertukaran akademik serta pengembangan kompetensi yang lebih luas.
Dampak dari kegiatan ini diharapkan dapat terlihat dalam peningkatan jumlah kerjasama internasional dengan program studi gizi lainnya. Dengan semakin banyaknya kolaborasi akademik, UMS berupaya memperkuat kapabilitas dalam penelitian, inovasi, serta pengembangan kurikulum yang lebih sesuai dengan tantangan global di bidang kesehatan. Langkah ini juga mendorong terciptanya solusi berbasis ilmu gizi untuk mengatasi PTM, yang menjadi perhatian utama dalam kebijakan kesehatan dunia.
Secara keseluruhan, kegiatan yang bertempat di lantai II Ruang Rapat Dekanat Fakultas Ilmu Kesehatan dengan 28 peserta ini berjalan dengan lancar dan sukses, tanpa kendala berarti. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa UMS semakin mantap dalam membangun jejaring internasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada inovasi dan kemajuan ilmu gizi. Kerjasama yang terjalin dengan UQ menjadi bukti nyata bahwa UMS terus berkembang untuk mencapai visinya sebagai pusat pendidikan unggulan dalam bidang gizi dan kesehatan
